Posts

Showing posts with the label Bedah Cerpen

Bedah Cerpen Kakus Umum, karya Yasunari Kawabata

Perhatikan kalimat pembuka Cerpen Kakus Umum karya Yasunari Kawabata berikut ini: Suatu musim semi, dahulu kala di Arashiyama, Kyoto.  Kata pembuka yang biasa saja, barangkali untuk sekarang ini sudah tidak efektive, apalagi dengan tambahan dahulu kala. Agak klise. Para wanita dari keluarga terpandang di Kyoto, anak-anak gadis mereka, para geisha dari kawasan pusat hiburan, dan para pelacur datang mengenakan pakaian musim semi untuk menonton bunga sakura yang mekar. Walaupun setelah membaca itu saya tidak tertarik membaca lanjutannya, namun kalimat itu tidak membosankan, dengan tidak terlalu banyak memberikan kata penghubung, hanya satu kata penghubung tiap koma yaitu dan. Jelas kalimat berkelas. Tidak kaku. "Kau jangan salah sangka. Kakus punyaku tidak akan jorok seperti punya Hachihei. Telah kudengar bahwa upacara minum teh populer di ibukota. Jadi aku bermaksud membangun kakus mirip upacara minum teh." Kesan pertama saya dibuat nyengir, imajinasi yang liar...

Bedah Cerpen Insiden Topi, karya Yasunari Kawabata

Simak paragraf pembuka cerpen Insiden Topi, karya Yasunari Kawabata berikut ini. Musim panas. Setiap pagi bunga-bunga teratai di kolam Shinobazu di Ueno membuka kelopak daun dengan suara yang indah. Sebuah kata pembuka tentang setting peristiwa. Kata pembuka yang biasa-biasa saja bukan? Namun jika diperhatikan ada sesuatu yang aneh. Pada kalimat kedua tersebut Kawabata malah tertarik pada suara bunga yang indah. Ya, justru suara bunga yang mekar dengan indah. Kawabata tidak menuliskan bunganya yang indah. Barangkali jika orang goblok seperti saya akan menulis bunga-bunga teratai yang indah. Jelas sangat klise. Dan barangkali Kawabata melakukannya untuk menghindari klise. Perhatikan kalimat selanjutnya. Insiden dalam kisah ini terjadi pada suatu petang hari di atas jembatan yang melintangi kolam itu, jembatan tempat orang-orang menikmati cahaya bulan.  Jika diperhatikan itu adalah teknik shading. Membocorkan sebagian isinya bahwa ini sebuah insiden, namun pembaca masih ...